Sekolah Lapang Peningkatan Produksi Melon

Nama Pemohon :
Kelompok Tani Pekalongan II (Fauri)

Alamat :
Link.Pekalongan Kel.Lebak Denok Kec.Citangkil Cilegon

Latar Belakang :
BAB I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pertanian merupakan salah satu prioritas utama pembangunan Pemerintah Indonesia sekarang ini. Pertanian adalah objek yang tentunya membutuhkan subjek untuk menempatkan posisi pertanian dengan sebaik – baiknya dan dapat meningkatkan kesejahteraan rakyat. Subjek tersebut adalah petani yang juga merupakan aktor utama Pembangunan Nasional, “Pegawai Negara” yang selama ini menyuplai kebutuhan pangan masyarakat. Tetapi kenyataannya, dari dahulu sampai sekarang petani lebih banyak hanya dijadikan objek pembangunan sehingga petani selalu termarginalkan serta tidak bisa mendesain kehidupan dan masa depannya dengan baik. Hal ini bisa dilihat dari kondisi kebanyakan petani Indonesia yang selalu mengalami keterbatasan modal, keterbatasan akses pasar dan keterbatasan manajemen agribisnisnya. Dengan keterbatasan – keterbatasan tersebut mengakibatkan petani Indonesia kesulitan untuk mengembangkan usaha agribisnisnya dan kurang bisa bersaing dengan petani – petani dari negara lain. Seiring dengan perjalanan waktu perubahan peruntukkan ruang berupa meningkatnya/bertambahnya lahan terbangun berjalan terus (3 persen per tahun) dengan menggeser fungsi lahan lain yang dalam hal ini adalah fungsi lahan pertanian yang semakin sempit atau terjadi mutasi lahan dari peruntukkan lahan pertanian ke fungsi lahan lain sebagaimana disebutkan di atas. Perubahan ruang tersebut selain memberikan dampak positif berupa meningkatnya pertumbuhan ekonomi kota, juga menjadi tekanan bagi masyarakat yang bermata pencaharian di sektor pertanian yang berjumlah 13,30 persen dari jumlah penduduk Kota Cilegon pada tahun 2009 sebanyak 349.164 Jiwa dan pada tahun 2010 sebanyak 374.464 jiwa. Dengan status pada kegiatan usaha on farm sebagai petani pemilik - penggarap 764 orang, penggarap 5.544 orang, buruh tani 1.527 orang dan pada kegiatan usaha off farm (jasa, perdagangan dan pengolahan hasil) 38.794 orang. Selain itu komoditas yang dibudidayakan umumnya adalah tanaman padi dengan luas areal yang diusahakan rata-rata seluas 0,3 Ha dengan status lahan tadah hujan, produktivitas 5, 4 ton padi GKP per Ha. dengan pola bagi hasil (maro), maka pendapatan petani 19.800 Rp. Per hari atau termasuk dalam katagori miskin, karena dibawah batas minimal konsumsi 10 500 kalori (setara dengan 10,5 kg beras) dengan asumsi 1 keluarga 5 orang (standar BPS konsumsi 2100 kalori per orang per hari). Oleh karena itu, petani setelah selesai menanam padi dan menunggu panen akan berusaha mencari pendapatan tambahan di sektor lain. Kondisi seperti itu membentuk perilaku petani pasif atau tidak responsive terhadap perubahan teknologi. Bertahannya di kegiatan usaha tani dikarenakan kultur yang diwariskan orang tua secara turun temurun. Dengan kendala sebagaimana di jelaskan di atas, maka upaya Pemerintah dalam meningkatkan pendapatan petani adalah melalui pendekatan antara lain : 1. Mengintroduksi komoditas yang cepat menghasilkan. 2. Komoditas yang mempunyai nilai ekonomi tinggi. 3. Komoditas yang spesifik yang dibutuhkan pasar dengan harga yang disepakati bersama antara petani dan penampung. 4. Peningkatan kemampuan teknis budidaya. 5. Insentif alat, mesin, sumur bor. Konsekuensinya pasar/penampung meminta barang yang dihasilkan petani harus memenuhi antara lain. : 1. Kontinuitas pasokan 2. Terjaganya kualitas produk Tuntutan tersebut akhirnya dapat diwujudkan mulai pada tahun 2004 dengan terlibatnya beberapa pemodal di kegiatan produksi, baik secara langsung maupun tidak langsung (bantuan modal) dengan komoditas yang diusahakan adalah tanaman melon dengan jenis Apollo (asal benih Taiwan). Pada bulan Febuari tahun 2010, petani melon berkumpul yang difasilitasi oleh Dinas Pertanian dan Kelautan membentuk koperasi petani melon dengan nama “ Karya Tani Sejahtera “ yang tujuannya adalah untuk mendapat kemudahan dalam memenuhi kebutuhan sarana produksi, pemasaran produk dan lainnya. Poktan Pekalongan II sebagai Kelompok para petani melon yang berada di Link. Pekalongan Kel.Deringo Kec. Citangkil Kota Cilegon Provinsi Banten mempunyai unit usaha Pengembangan Budidaya Tanaman Melon, salah satu kendala yang kami hadapi adalah kurangnya modal untuk pengembangan usaha Budidaya melon untuk lebih dikenal lagi oleh daerah-daerah lain dan juga untuk lebih meningkatkan taraf hidup petani yang ada disekitar kita. Keinginan dari Poktan Pekalongan II Kota Cilegon menjadi sentra Buah melon di Nusantara Terutama Melon varietas Apollo ataupun Varietas kuning yang lain, Oleh karena itu kami meminta kepada Bapak Walikota Cilegon untuk memberikan uluran tangannya memberikan bantuan sehingga kegiatan Pengembangan Kawasan Tanaman Buah Melon di Tingkat Kecamatan dapat berjalan dengan baik dan petani semakin sejahtera kehidupannya.

Maksud dan Tujuan :
B. Maksud dan Tujuan Adapun maksud dan tujuan dari kegiatan Pengembangan Kawasan Tanaman Buah Melon adalah : a. Meningkatkan kesejahteraan petani b. Meningkatkan nilai tambah bagi petani/pelaku usaha c. Membuka peluang kerja dan mengurangi pengangguran d. Petani melon di Cilegon mampu bersaing di pasar domestik e. Meningkatkan produksi dan produktivitas buah melon

Tanggal Masuk Proposal :
07 Jun, 2018

Detail Proposal

Tahapan : Disposisi oleh Walikota

Nomor Surat Permohonan :
002/Poktan Pek.II/IV/2017

Tanggal Masuk LPJ :
-

Rencana Penggunaan Dana

Dana Proposal Disetujui
RENCANA ANGGARAN BIAYA SEKOLAH LAPANG PENINGKATAN PRODUKSI MELON KELOMPOK TANI PEKALONGAN II Link. Pekalongan Kelurahan Deringo Kecamatan Citangkil Tahun 2019 Komoditas : Melon Luas Lahan : 0.25 Ha No Uraian Rp. 42.580.000,- Rp. 0,-
Total Rp. 42.580.000,- Rp. 0,-

Komentar