Proposal Bantuan Peningkatan Kesejahteraan Bagi Guru MDTA, RA, MI, MTs, MA Negeri/Swasta, Guru Ngaji Lingkungan dan Guru Ngaji Masjid di Lingkungan Kankemenag Kota Cilegon Tahun Anggaran 2019

Nama Pemohon :
KANKEMENAG KOTA CILEGON

Alamat :
Jl. Sukabumi II Kav. Blok I Ciwedus Kota Cilegon

Latar Belakang :
Bangsa Indonesia menyadari bahwa pendidikan memiliki peran yang sangat vital dalam mengembangkan potensi manusia hingga optimal untuk menjadikannya insan pembangunan yang berkualitas. Kesadaran tersebut telah dituangkan dalam Pembukaan UUD 1945 dengan pernyataan bahwa salah satu tujuan pembentukan Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah untuk mencerdaskan kehidupan bangsa. Untuk itu setiap warga Negara wajib memperoleh pendidikan yang merata dan bermutu sesuai dengan minat dan bakat yang dimilikinya tanpa memandang status social, etnis, dan jenis kelamin. Secara historis, pendidikan diniyah dan pondok pesantren di Indonesia merupakan lembaga swadaya masyarakat yang tidak hanya menyelenggarakan layanan pendidikan semata, tetapi juga melakukan pemberdayaan masyarakat dan pusat keagamaan Islam. Pasca lahirnya Peraturan Pemerintah Nomor 55 Tahun 2007 tentang Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan sebagai Implementasi dari Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional, pendidikan Diniyah dan pondok pesantren sebagai pendidikan keagamaan Islam mendapatkan momentumnya tersendiri. Momentum itu kemudian diperkuat melalui Peraturan Menteri Agama Nomor 13 Tahun 2014 Tentang Pendidikan Kegamaan Islam yang kemudian disusul dengan peraturan Menteri Agama Nomor 18 Tahun 2014 tentang Satuan Pendidikan Muadalah pada Pondok Pesantren. Dengan lahirnya sejumlah aturan tersebut, pendidikan diniyah dan pondok pesantren mendapatkan penguatan kesetaraan, baik pada aspek kesetaraan regulasi, kesetaraan program maupun kesetaraan anggaran. Kedua peraturan Menteri Agama diatas, merupakan ikhtiar Kementrian Agama dan Masyarakat Pesantren untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi mutafaqqih fiddin (ahli ilmu agama Islam) guna menjawab atas langkanya kader muttafaqqih fiddin dan memberikan civil effect bagi dunia pesantren, disamping sebagai bagian dari ikhtiar konservasi dan pengembangan disiplin ilmu-ilmu keagamaan islam. Dalam konteks peningkatan akses, pondok pesantren dan madrasah sebagai suatu lembaga pendidikan telah memberikan kontribusi yang luar biasa dalam perluasan akses masyarakat untuk mengeyam layanan pendidikan pesantren. Sampai saat ini pertumbuhan pesantren masih cukup tinggi, merupakan suatu sumber utama data kependidikan yang sangat diperlukan oleh para pelaku pendidikan untuk melakukan tugas dan profesinya. Kepala madrasah dan guru dimadrasah sangat memerlukan data-data tentang siswa, kurikulum, sarana dan sebagainya untuk pengelolaan madrasah sehari-hari. Guru mempunyai fungsi, peran dan tugas yang sangat strategis dalam pembangunan Nasional di bidang pendidikan, sehingga perlu dikembangkan sebagai tenaga profesional yang bermartabat. Guru yang profesional akan menghasilkan proses dan hasil pendidikan yang bermutu dalam rangka mewujudkan ihsan Indonesia yang berkualitas sehingga mampu dan proaktif menjawab tantangan zaman yang selalu berubah. Kualitas ini diindikasikan dengan keimanan, ketaqwaan, akhlak mulia, kesehatan, kecerdasan, kreatifitas, kemandirian, kecakapan, dan daya saing. Dalam melaksanakan tugas kependidikan , guru sebagai tenaga pendidik yang profesional layak dan harus memperoleh penghasilan yang layak dan pantas, sehingga memiliki kesempatan, tidak hanya menghidupi keluarganya secara layak akan tetapi juga untuk mengembangkan profesinya, sebagai guru yang profesional. Guru tentu memiliki komitmen yang tinggi terhadap kewajiban hak dan etikanya, juga perlu memperoleh pembinaan dan jaminan pengembangan karir guru, perlindungan hukum, perlindungan profesi, serta perlindungan keselamatan dan kesehatan kerja. Pengakuan terhadap kedudukan guru sebagai pendidik yang profesional, merupakan bagian dari keseluruhan upaya pembaharuan dalam Sistem Pendidikan Nasional yang pelaksananya memperhatikan berbagai peraturan perundang-undangan. Dalam intruksi presiden nomor 7 than 1999, tentang akuntabilitas kerja instansi pemerintah, mewajibkan setiap instansi pemerintah sebagai unsur penyelenggara negara mempertanggung jawabkan pelaksanaan tugas pokok dan fungsinya serta kewenangan pengelola sumber daya. Dalam rangka meningkatkan pelaksanaan tugas dan fungsi Kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota , serta pencapaian yang dituangkan dalam visi dan misi Kementerian Agama, maka dikeluarkan Instruksi Menteri Agama Republik Indonesia Nomor 1 tahun 2007 tentang Peningkatan Koordinasi Lintas Sektoral. Dalam pelaksanaan kegiatan proses belajar mengajar didukung oleh sofwer dan hardwer yaitu tenaga pendidik dan kurikulum. Guru mempunyai fungsi, peran dan tugas yang sangat strategis dalam pembangunan nasional di bidang pendidikan, sehingga perlu dikembangkan sebagai tenaga profesional yang bermartabat. Guru menempati posisi sentral dalam proses pembelajaran di Madrasah/RA sebab perannya sangat menentukan. Guru harus mampu menerjemahkan serta menjawab nilai-nilai yang dirancang melalui kurikulum, kemudian mentransformasikan dan menanamkan nilai-nilai tersebut kepada peserta didiknya melalui proses pembelajaran. Peningkatan Kualitas Guru Agama pada Madrasah, Raudhatul Athfal , TKQ/TKA-TPQ/TPA dan pengajian tradisional , merupakan salah satu pra inkondisi yang membantu meningkatkan mutu lulusan pada satuan pendidikan dan peningkatan mutu pendidikan secara keseluruhan. Salah satu strateginya adalah pelaksanaan program bantuan peningkatan kesejahteraan bagi tenaga pendidik sebagai mekanisme penjamin mutu agar tenaga pendidik memiliki kompetensi yang diperlukan sebagai tenaga pendidik profesional. Pengakuan terhadap kedudukan guru sebagai tenaga pendidik merupakan bagian dari keseluruhan upaya pembaharuan dalam Sistem Pendidikan Nasional yang pelaksanaannya memperhatikan berbagai peraturan peundang-undangan. Madrasah Diniyah Awaliyah adalah bagian dari suatu pendidikan kegamaan yang menyelenggarakan Pendidikan diniyah yang terorganisir dijalur Pendidikan non formal dengan ijin operasional dari Kementrian Agama (Perwal kota Cilegon No 44/20011 tentang Penyelenggaraan Wajar Pendidikan Diniyah di Kota Cilegon). TKQ/TKA-TPQ/TPA adalah bagian dari pendidikan nonformal diselenggarakan bagi warga masyarakat yang memerlukan layanan pendidikan yang berfungsi sebagai pengganti, penambah dan/atau pelengkap pendidikan formal dalam rangka mendukung pendidikan sepanjang hayat. RA (Raudhatul Athfal) adalah salah satu bentuk satuan pendidikan anak usia Dini pada jalur pendidikan formal yang menyelenggarakan program pendidikan dengan kekhasan Agama Islam bagi anak usia 4 (empat) tahun sampai 6 (enam) tahun. MI (Madrasah Ibtidaiyah) adalah salah satu bentuk satuan pendidikan formal dalam binaan Menteri Agama yang menyelenggarakan pendidikan umum dengan kekhasan Agama Islam pada jenjang pendidikan dasar. MTs (Madrasah Tsanawiyah) adalah salah satu satuan pendidikan formal dalam binaan Menteri Agama yang menyelenggarakan pendidikan umum dengan kekhasan Agama Islam pada jenjang pendidikan dasar sebagai lanjutan dari SD, MI atau bentuk lain yang sederajat. MA (Madrasah Aliyah) adalah salah satu bentuk satuan pendidikan formal dalam binaan Menteri Agama yang menyelenggarakan pendidikan umum dengan kekhasan Agama Islam pada jenjang pendidikan menengah sebagai lanjutan dari SMP. MTs. Pengajian tradisional termasuk dalam kategori pendidikan nonformal baik dalam lingkup tempat kegiatan di Pondok Pesantren, Majlis Ta`lim maupun diperumahan atau di masjid/mushola diselenggarakan bagi warga masyarakat yang memerlukan layanan pendidikan agama yang berfungsi sebagai pengganti, penambah, dan/atau pelengkap pendidikan formal dalam rangka mendukung pendidikan sepanjang hayat. Masyarakat kota Cilegon kini sedang berada dalam masa transformasi. Era reformasi telah lahir dan masyarakat Cilegon ingin mewujudkan perubahan dalam semua aspek kehidupannya. Masa demokrasi telah melahirkan berbagai jenis pendapat, pandangan, konsep, yang tidak jarang yang satu bertentangan dengan yang lain, antara lain berbagai pandangan mengenai bentuk masyarakat Cilegon yang dicita-citakan dimasa depan. Kita memerlukan suatu perubahan paradigma dari pendidikan untuk menghadapi proses globalisasi dan menata kembali kehidupan masyarakat Cilegon. Cita-cita era reformasi tidak lain ialah membangun suatu masyarakat madani di kota Cilegon. Mencermati realitas social Pendidikan Islam untuk saat ini, tampaknya banyak perubahan pengembangan pada Instuisi Pendidikan Islam. Untuk melakukan pengembangan itu antara lain dengan melakukan refleksi pemikiran yang eksploratif dalam kegiatan-kegiatan ilmiah, seperti berupa penelitian, seminar, ceramah ilmiah, symposium, lokakarya dan lain sebagainya dalam rangka menyongsong hari esok yang lebih baik dan menjanjikan. Salah satu hasil yang menggembirakan bagi transformasi pendidikan Islam dizaman orde reformasi adalah hasil amandemen ke 4 pasal 31 UUD 1945 dan diundangkannya Undang-Undang Sisdiknas Nomor 20 tahun 2003 tentang Sisdiknas serta diberlakukannya Peraturan Pemerintah Nomor 55 Tahun 2007 tentang Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan dengan demikian eksistensi Pendidikan Islam semakin diakui dalam tatanan pendidikan nasional. Sebelum lahirnya Undang-Undang Sisdiknas Nomor 20 Tahun 2003 Madrasah Diniyah dikenal sebagai Madrasah yang mempunyai peran melengkapi dan menambah Pendidikan Agama bagi anak-anak yang bersekolah di sekolah-sekolah umum pada pagi hingga siang hari, kemudian pada sore harinya mereka mengikuti pendidikan agama di Madrasah Diniyah. Tumbuh kembangnya Madrasah Diniyah ini dilatarbelakangi oleh keresahan sebagian orangtua siswa, yang merasakan pendidikan agama disekolah umum kurang memadai untuk mengantarkan anakanya untuk dapat melaksanakan ajaran Islam sesuai dengan yang diharapkan. Berangkat dari kebutuhan masyarakat akan jenis lembaga inilah Madrasah Diniyah tetap dapat bertahan. Walaupun hingga saat ini Madrasah Diniyah kurang mendapatkan perhatian khusus dari pemerintah, baik pemenuhan anggaran maupun bantuan ketenagaan, namun peran penting Madrasah Diniyah merupakan hal yang sangat penting dalam sistem pendidikan yang harus dipikirkan bersama. Madrasah Diniyah merupakan lembaga pendidikan yang memberikan pendidikan dan pengajaran secara klasikal yang bertujuan untuk membentuk manusia yang bertakwa kepada Tuhan YME, berhak untuk memberi tambahan pengetahuan agama Islam kepada para pengajar yang merasa kurang menerima pelajaran agama Islam disekolahannya. Yang memiliki akhlak mulia,sehat, berprilaku, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga Negara yang baik serta bertanggung jawab. Keberadaan lembaga ini sangat menjamur dimasyarakat karena merupakan sebuah pendidikan. Penyelenggaraan Madrasah Diniyah mempunyai ciri berbeda dan orientasi yang beragam, perbedaan tersebut disebabkan oleh factor yang mempengaruhinya seperti latar belakang yayasan atau pendiri Madrasah Diniyah, budaya masyarakat setempat, tingkat kebutuhan masyarakat terhadap pendidikan agama dan kondisi ekonomi masyarakat dan lain sebagainya. Perkembangan Madrasah Diniyah telah mengalami kemajuan pesat, namun dibalik itu perkembangan Madrasah Diniyah masih mengalami berbagai kendala. Baik dalam sistem kurikulum, metode, pendanaan, ketenagaan, dan lain sebagainya.

Maksud dan Tujuan :
Maksud dan Tujuan diberikan bantuan BPKG bagi tenaga pendidik MDTA, RA, TKQ/TKA-TPQ/TPA, MI, MTs, dan MA negeri/swasta serta guru ngaji lingkungan dan masjid kota Cilegon tahun 2018 / 2019 adalah : 1. Kesenjangan tenaga pendidik MDTA, RA, TKQ/TKA-TPQ/TPA, MI, MTs, dan MA negeri/swasta serta guru ngaji lingkungan dan masjid semakin terpenuhi. 2. Penyebaran tenaga pendidik yang lebih merata 3. Peningkatan kualifikasi dan kompetensi tenaga pendidik 4. Nilai ujian nasional dapat meningkat 5. Peningkatan pembangunan sumber daya pendidik dan tenaga pendidik 6. Peningkatan bakat, motivasi, kreativitas seni pada peserta didik 7. Penghargaan dan apresiasi bagi tenaga pendidik yang profesional 8. Program pemerintah dan pemerintah daerah dalam pendidikan agama dan keagamaan dapat tercapai.

Tanggal Masuk Proposal :
31 May, 2018

Detail Proposal

Tahapan : Verifikasi TAPD

Nomor Surat Permohonan :
-

Tanggal Masuk LPJ :
-

Rencana Penggunaan Dana

Dana Proposal Disetujui
Guru Ngaji Lingkungan Rp. 2.413.800.000,- Rp. 0,-
Guru Ngaji Masjid Rp. 309.600.000,- Rp. 0,-
Guru Madrasah Rp. 11.620.800.000,- Rp. 0,-
Guru TKQ/TKA-TPQ/TPA Rp. 2.102.760.000,- Rp. 0,-
Total Rp. 16.446.960.000,- Rp. 0,-

Komentar